Setelah mengetahui Sejarah Perkembangan Fashion Indonesia, tentunya pembaca ingin tahu beberapa nama perancang busana yang berada dibalik sejarah Dunia Fashion Indonesia. Terutama bagi yang ingin memulai usaha di bidang desainer pakaian, mengenal lebih dalam Top Desainer Fashion adalah keharusan.
rancangan busana indonesia

Dari daftar perancang busana berikut, pembaca yang ingin memulai usaha sebagai desainer pakaian dapat mempelajari ciri khas, spesialisasi, ide rancangan dan jangkauan pasarnya. Berikut adalah Biografi Singkat Perancang Busana Indonesia Terkenal:

Peter Sie

Sebagai orang pertama yang tercatat mengenyam pendidikan Fashion, Peter Sie disebut sebagai Pioner Perancang Mode Indonesia. 6 tahun (1947 – 1953) belajar di Vakschool Voor Kleermaker & Coupeuse – Den Haag, telah banyak mempengaruhi gaya Rancangan Busananya. Sehingga karya yang dihasilkan bernuansa Western.

Iwan Tirta

koleksi batik iwan tirta

Pendidikan formal Fashion bukanlah faktor utama bagi seseorang untuk memulai usaha di Bisnis Mode, buktinya adalah Iwan Tirta, seorang yang mempunyai background Pendidikan Hukum ini dikenal sebagai Pelopor dalam mengubah Citra Batik sehingga diminati oleh berbagai kalangan untuk dikenakan pada berbagai kesempatan.

Kecintaannya terhadap batik, mengantarkan ia menjadi perancang busana Indonesia terkemuka yang memulai karirnya pada Tahun 1970-an. Dikenal melalui rancangan busananya yang menggunakan unsur batik, Iwan Tirta berhasil menggabungkan unsur Barat dan Timur pada Batik rancangannya. Bahkan ia berhasil membuat rancangan busana dari bahan kain sarung hingga terkenal ke manca negara.

Poppy Darsono

poppy darsono

Poppy Darsono adalah perancang busana berbakat dan berdedikasi yang telah berhasil membangun bisnis fashion nya pada tahun 1977, pada tahun 1980 ia mulai mendirikan bisnis garmen untuk memproduksi pakaian siap pakai. Ambisinya untuk mengembangkan mode Indonesia telah mengantarnya untuk mendirikan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) selain itu dia juga aktif di organisasi lain seperti Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesoris Indonesia (APGAI), dan KADIN.

Meskipun ia memiliki pengalaman selama 20 tahun dalam mengekspor celana jeans dan pakaian ke AS dan Jerman dengan merek dagang Ramasankara, sebagai desainer ia masih memfokuskan perhatiannya pada pasar domestik dan berkonsentrasi pada sektor fashion lokal.

Samuel Watimena

samuel watimena

Samuel Watimena memulai karirnya pada tahun 1979 ketika ia menjadi juara pertama Lomba Fashion Designer di Jakarta. Bahan etnis lokal selalu menginspirasinya dalam desain, terutama Kain Tenun Tradisional dan Kain Celup yang terbuat dari katun dan sutra.
Sejak tahun 1985 Samuel telah memberdayakan masyarakat untuk merevitalisasi kain tenun tradisional dan Pengrajin Kain Celup di Tanimbar (Maluku), Timor Barat, Sumbawa dan Sulawesi Selatan (Makassar).

Pada awal karirnya ia memfokuskan desain untuk kostum panggung untuk artis dan selebriti, namun dia saat ini memfokuskan bisnisnya pada bisnis garmen.

Obin

obin batik modern

Obin adalah bagian dari generasi baru desainer batik yang menggunakan motif warna lembut pada kain tenun bertekstur. Karyanya yang populer di kalangan perempuan tidak hanya karena karyanya yang original tetapi juga telah berhasil membangun image baru mengenai pakaian tradisional Indonesia yaitu kain batik.

Dengan desainnya, wanita bebas mengenakan batik hanya dengan mengikatnya ke seluruh tubuh, batik dikenakan sebagai aksesoris yang mempercantik busana yang dikenakannya sehingga memberikan kesan lebih santai namun elegan. Dia telah mengekspor produknya ke Jepang dan ia memiliki butik di pusat kota Tokyo dan Nagoya.

Ghea Sukarya Panggabean

Ghea dengan moto-nya gaya yang berbeda, menciptakan desain busana dengan sentuhan etnis, terutama bahan-bahan yang digunakannya. Ghea dengan kelebihannya dalam mengungkap seni etnis dengan koleksi busananya telah berhasil membangun pemasaran ke negara-negara ASEAN, khususnya ke Singapura dan Malaysia.
Busana rancangannya yang terkenal adalah desain anggrek dengan gaya kebaya bordir, gaun batik, selendang batik dan item bordir dalam gaya pakaian sehari-hari. Di Singapura koleksinya digelar oleh Joaquim Butik MJ di Liat Towers dan The Millenia Walk, sementara di Malaysia, Ghea telah bekerja sama dengan The Boutique Aseana di lantai pertama dari Surya KLCC.

Carmenita

Carmenita  adalah salah seorang tokoh wanita karir yang mempunyai kelebihan Insting bisnis yang kuat dan seniman berbakat, hal ini telah membawanya sebagai seseorang yang berpengaruh dalam industri fashion Indonesia, dengan ciri khasnya batik on lycra fashion item.
Pakaiannya dijual di Eropa, Jepang dan Malaysia dan telah muncul di Fashion TV dan CNN Asia, pengaruh Carmanita di dunia fashion telah membawanya ke berbagai acara catwalk bergengsi di dunia. Hotel bergengsi seperti Hilton di Bali dihiasi dengan kain dan desain interiornya, seperti juga pada tahun 1997 perhelatan besar Asian Games, 16, 000 seragam yang dikenakan oleh wasit, peserta dan official team dirancang dan dibuat oleh perusahaannya.

Edward Hutabarat

edwin hutabarat

Edward Hutabarat sudah lama dikenal karena kecintaan dan dedikasinya terhadap pakaian tradisional Indonesia terutama Busana Kebaya. Pada Tahun 1996 ia mencangkan Trend Busana Kebaya dengan tema “Kebaya Mania”. Sehingga menginspirasi banyak desainer lokal yang mengadopsi dan mengembangkan Mode busana kebaya.

Pengaruh Gaya berbusana Eropa dikalangan wanita Indonesia menginspirasinya untuk terus mengembangkan dan mendorong perempuan Indonesia untuk lebih mencintai busana nasional dengan memadu-padankan kebaya dengan berbagai kain tenun tradisional dari Nusa Tenggara Timur, Palembang, Bali Makasar dan Sumatera Utara.

Oscar Lawalata

oscar lawalata

Memulai karir sebagai perancang busana pada tahun 1998, Oscar Lawalata terinspirasi oleh kekayaan ragam budaya Indonesia. Karya busananya menggabungkan unsur tradisional dengan teknologi tekstil dan garmen modern.

Karirnya didunia Fashion dianugerahi penghargaan Young Creative Entrepreneur (IYCE) Awards 2008-2009 di London, atas keberhasilannya yang dapat membuat bakat kreative menjadi bisnis fashion ternama di Indonesia dan dunia internasional.
Oscar lebih memilih pasar Remaja sebagai target pasar untuk busananya, sehingga karya rancangannya banyak disukai oleh para selebritis muda Indonesia. Selain karyanya yang indah dan berkilau, hal lain yang membuat desain-nya digemari oleh artis Indonesia adalah eksklusifitas karyanya yang tidak diproduksi masal.

Perancang Busana Indonesia Berhasil di Amerika

ardistia dwiasri

Adalah Ardistia Dwiasri yang baru-baru ini namanya begitu terkenal di dunia Fashion karena kiprahnya di New York, Amerika. Dengan mark Ardistia, ia berhasil sebagai salah satu perancang busana indonesia yang berhasil berkiprah di dunia Internasional. Pada April 2007 ia mulai meluncurkan koleksi busananya hingga kini dapat ditemui di butik berkelas dunia di Amerika, Eropa, Canada dan Asia. Bahkan koleksinya kini ditampilkan di majalah Vogue, Elle, Harper’s Bazaar, Lucky, WWD, NYT, Candy dan masih banyak lagi.

Tidak ada orang yang dilahirkan dengan bakat profesional di bidang Fashion, semuanya harus melalui proses yang panjang. Begitupun dengan Ardistia Dwiasri yang semula mengenyam pendidikan di bidang teknik Industri. Namun minat dan kecintaannya pada dunia fashion telah mendorongnya untuk mempelajari lebih jauh dunia fesyen.
Sebagai langkah awal, Disti melanjutkan pendidikannya di sekolah fashion Parsons School of Design, New York. Tekadnya yang kuat berhasil membuatnya meraih beberapa penghargaan penting sebagai Designer di New York.

Originally posted 2012-08-07 20:31:00.


Original source : Perancang Busana Indonesia